Tiga penalti dalam satu pertandingan semifinal Liga Champions, dua dikabulkan, satu dibatalkan VAR di saat yang paling krusial. Itulah yang mewarnai malam di Metropolitano, di mana laga antara Atletico Madrid dan Arsenal berakhir dengan skor imbang 1-1 yang membuat pertemuan ini masih terbuka sepenuhnya menjelang leg kedua di Emirates pekan depan.

Viktor Gyökeres dan Julián Álvarez sama-sama mencetak gol dari titik putih, sebelum wasit Danny Makkelie membatalkan penalti ketiga untuk Arsenal setelah tinjauan VAR, keputusan yang memantik kemarahan besar dari kubu tamu.

Kesabaran Arsenal Membuahkan Hasil

Laga 45 menit pertama berjalan sesuai naskah yang diprediksi. Atletico, yang didorong oleh gemuruh suporter tuan rumah, mencoba menyerang lebih awal melalui Julian Alvarez. Pemain Argentina itu memaksa David Raya melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-13.

Baca juga: Masih Tanpa Gelar, Odegaard Siap Akhiri Label Buruk Arsenal

Namun, Arsenal menghadapi badai tersebut dengan kedewasaan yang menjadi ciri khas mereka di bawah asuhan Arteta. Declan Rice mengawal lini tengah dengan presisi, menyelesaikan 83 operan dan mendikte tempo pertandingan.

Kebuntuan akhirnya pecah sesaat sebelum turun minum. Pergerakan berbahaya dari Viktor Gyökeres memaksa David Hancko melakukan pelanggaran ceroboh di dalam kotak terlarang. 

Penyerang internasional Swedia tersebut maju sebagai eksekutor dan menaklukkan Jan Oblak pada menit ke-44, membungkam publik Metropolitano sekaligus mengamankan gol tandang yang sangat krusial.

Balasan Atleti dan Drama VAR

Tim asuhan Simeone keluar di babak kedua dengan agresi baru, menekan lebih tinggi ke atas lapangan dan menguji ketahanan duet bek tengah Arsenal, William Saliba dan Gabriel.

Kegigihan mereka membuahkan hasil pada menit ke-56. Tendangan voli keras dari Marcos Llorente mengenai lengan Ben White dalam jarak dekat. Setelah tinjauan VAR yang menegangkan diiringi siulan memekakkan telinga dari para Madridistas, wasit menunjuk titik putih. 

Julian Alvarez tidak melakukan kesalahan, ia menghujamkan bola melewati Raya untuk menyamakan kedudukan dan mencatatkan gol ke-25 di Liga Champions, mencapai tonggak sejarah tersebut lebih cepat dari pemain Amerika Selatan lainnya dalam sejarah.

Baca juga: Diego Simeone Abaikan Tekanan Jelang Atletico Madrid Jamu Arsenal

Momen paling kontroversial terjadi pada menit ke-80. Pemain pengganti Eberechi Eze tampak memenangkan penalti kedua untuk Arsenal setelah dijatuhkan oleh Hancko. 

Bangku cadangan Arsenal meledak kegirangan, namun selebrasi itu singkat saja; intervensi VAR kedua mendorong wasit Danny Makkelie membatalkan keputusan tersebut, memicu sorak-sorai di area teknis Atletico.

Bagi Arsenal, hasil imbang memberikan sedikit keuntungan, namun skor 1-1 terasa seperti peluang yang terlewatkan mengingat kendali mereka di babak pertama. Bagi Atletico, hasil ini menjaga mimpi mereka tetap hidup, meski kini mereka harus mencari cara untuk menang di Emirates Stadium.

Leg kedua dijadwalkan pada Rabu, 6 Mei, di mana salah satu dari raksasa ini akan mengamankan tiket mereka menuju partai final di Budapest.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!