Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, memberikan penghormatan tinggi kepada Paris Saint-Germain menjelang laga leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes. Pria asal Belgia tersebut menyatakan bahwa sebagai juara bertahan, PSG memiliki setiap hak untuk menyebut diri mereka sebagai tim terbaik di Eropa saat ini.

Meski demikian, Kompany menegaskan bahwa kunjungannya ke Paris bukan sekadar untuk memberikan pujian, melainkan untuk memulai misi membawa Bayern Munich kembali ke puncak tertinggi sepak bola benua biru tersebut.

Penghormatan untuk Sang Juara Bertahan

Menanggapi komentar Luis Enrique sebelumnya yang mengklaim tidak ada tim yang lebih baik dari PSG, Kompany menunjukkan sikap yang sangat sportif namun ambisius.

"Saya pikir pemegang gelar selalu berhak untuk mengklaim beberapa hal, tetapi saya berharap musim depan saya akan berada di posisi untuk mengatakan hal yang sama," kata Kompany.

Baca juga: Jelang Lawan Bayern, Enrique Sebut Tak Ada Tim yang Lebih Baik dari PSG

Namun, Kompany menambahkan sebuah peringatan halus. "Kami berjuang untuk gelar yang telah direbut PSG dan mereka pantas mendapatkan semua pujian, dan ketika mereka melihatnya seperti itu maka saya tidak perlu menambahkan apa pun. Tetapi kami ingin berada di posisi itu dan kami ingin memiliki apa yang mereka miliki,” tegasnya.

Percaya pada Kedalaman Skuat

Bayern datang ke Paris dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah mengamankan gelar Bundesliga ke-34 mereka pekan lalu. 

Meski harus kehilangan beberapa pemain kunci seperti Serge Gnabry dan Raphaël Guerreiro karena cedera, Kompany tak gentar menghadapi kualitas di lini serang PSG yang dihuni pemain-pemain seperti Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, dan Desire Doue

"Saya bisa mengajukan pertanyaan lain. Apa yang akan mereka lakukan dengan striker kita? Jadi ini berlaku dua arah," jawab Kompany, merujuk pada lini depan yang tak kalah menterengnya seperti Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise.

Baca juga: Mimpi Piala Dunia Berakhir, Gnabry Dipastikan Absen Karena Cedera

"Kedua tim sangat kreatif, baik dalam permainan posisi, duel satu lawan satu, maupun menemukan solusi di ruang sempit. Jadi tidak ada rahasia sebenarnya. Ini tentang detail. Ini tentang intensitas, tentang energi.

"Satu-satunya hal yang kita miliki, dan keuntungan yang kita miliki, adalah kita sudah cukup sering bermain melawan PSG, tetapi ini sama untuk mereka. Mereka juga harus menyelesaikan masalah kita."

Kompany sendiri dipastikan akan menyaksikan laga dari bangku penonton akibat suspensi kartu kuning yang diterimanya pada babak perempat final. Tugas di pinggir lapangan akan diserahkan kepada asistennya, Aaron Danks.

Misi di Parc des Princes

Laga ini diprediksi akan menjadi duel taktik yang sengit. Bayern akan mengandalkan Harry Kane, yang baru saja mencatatkan rekor 53 gol dari 45 laga di semua kommpetisi musim ini, untuk membongkar pertahanan PSG. 

Baca juga: Usai Absen Panjang, Kompany Yakin Level Baru Musiala Segera Tiba

Di sisi lain, kecepatan Luis Díaz dan visi bermain Jamal Musiala akan menjadi senjata utama untuk mengeksploitasi celah yang ditinggalkan tim asuhan Luis Enrique.

Bagi Bayern, hasil positif di Paris akan menjadi fondasi penting sebelum mereka menjamu PSG di Allianz Arena pada leg kedua pekan depan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!