Perjalanan panjang menuju Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara telah resmi berakhir. Meskipun format baru dengan 48 tim dirancang untuk menjadi turnamen paling inklusif sepanjang sejarah, nyatanya babak kualifikasi tetap menyisakan duka bagi beberapa raksasa sepak bola. Bagi sebagian negara, ini adalah sandungan yang mengejutkan; bagi yang lain, ini adalah konfirmasi dari runtuhnya sebuah sistem.

Dari patah hati bersejarah di Roma hingga drama adu penalti di Rabat, berikut adalah tim-tim terbaik yang gagal mengamankan tiket ke panggung olahraga terbesar di dunia tersebut.

Italia: Kejatuhan yang Tak Terbayangkan

Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka yang termasyhur, juara dunia empat kali ini akan absen dalam tiga Piala Dunia berturut-turut. Setelah gagal menembus edisi 2018 dan 2022, Azzurri memasuki siklus ini dengan tekanan besar untuk memulihkan kebanggaan nasional. Sebaliknya, mereka justru menemukan titik nadir baru.

Kekalahan adu penalti 4–1 dari Bosnia dan Herzegovina di final play-off pada 31 Maret lalu menyegel nasib mereka. Meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Moise Kean, kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni mengubah arah pertandingan. Italia tetap menjadi satu-satunya negara di peringkat 15 besar FIFA yang absen di tahun 2026, sebuah statistik yang mencengangkan bagi negara dengan tradisi sepak bola sekuat mereka. Selain itu, mereka juga mantan juara dunia pertama yang gagal lolos tiga kali beruntun.

Baca juga: Kualifikasi Berakhir, Ini 48 Tim yang Siap Bertarung di Piala Dunia 2026

Nigeria: Generasi Emas yang Gagal Lepas Landas

Mungkin kejutan terbesar dari zona Afrika adalah tersingkirnya Super Eagles. Memiliki salah satu lini serang paling mematikan di dunia yang dipimpin oleh Victor Osimhen, Nigeria justru didera ketidakkonsistenan dan kekacauan administratif.

Setelah finis di posisi kedua grup di bawah Afrika Selatan, Nigeria harus mengakui keunggulan RD Kongo di final play-off CAF. Kekalahan adu penalti 4–3, ditambah dengan cedera parah yang dialami Osimhen dalam laga tersebut, membuat tim paling populer di Afrika ini akan absen dalam dua Piala Dunia berturut-turut untuk pertama kalinya sejak debut mereka pada tahun 1994.

Denmark: Runtuhnya Struktur Eropa

Setelah sempat mencapai semifinal Euro dan menikmati periode kesuksesan yang stabil, absennya Denmark menjadi salah satu kejutan terbesar di kualifikasi UEFA. Tim Dinamit dipaksa memainkan final play-off melawan Ceko yang berakhir imbang 2–2. 

Dalam drama adu penalti, struktur klinis yang telah mendefinisikan sepak bola Denmark selama bertahun-tahun runtuh, meninggalkan tim peringkat 20 dunia ini sebagai penonton.

Polandia: Akhir dari Sebuah Era

Peluit akhir dari kekalahan Polandia melawan Swedia di babak play-off kemungkinan besar menandai berakhirnya karier internasional Robert Lewandowski. Dalam pertandingan yang penuh drama, Polandia dua kali bangkit untuk menyamakan kedudukan menjadi 2–2, sebelum akhirnya gol telat dari Viktor Gyökeres membawa Swedia unggul. 

Lewandowski terlihat menangis setelah laga usai, menyadari bahwa salah satu striker terhebat generasinya ini ditolak kesempatannya untuk melakukan tarian terakhir di panggung dunia.

Kamerun: Sang Singa Kehilangan Taringnya

The Indomitable Lions, yang secara tradisional merupakan peserta Piala Dunia paling konsisten dari Afrika, justru kalah bersaing dengan Tanjung Verde yang tampil mengejutkan di Grup D. 

Kamerun kemudian memiliki kesempatan kedua melalui babak playoff, namun tersandung oleh RD Kongo di babak semifinal, menyoroti pergeseran dinamika kekuatan di sepak bola Afrika. 

Baca juga: Irak dan RD Kongo Segel Tiket Terakhir Piala Dunia 2026

Tanpa kehadiran bintang seperti Bryan Mbeumo dan André Onana, turnamen 2026 akan kehilangan salah satu warna sejarahnya yang paling ikonik.

Piala Dunia 2026 menjanjikan festival sepak bola yang meriah, namun absennya para raksasa ini menjadi pengingat dingin: dalam sepak bola internasional, reputasi tidak ada artinya begitu peluit dibunyikan. Era 48 tim telah dimulai, tetapi bagi para penggemar di Roma, Lagos, dan Kopenhagen, musim panas 2026 akan terasa sangat sunyi.

Daftar Tim Besar yang Absen

Italia

Peringkat FIFA: 12

Kalah adu penalti dari Bosnia & Herzegovina di final Play-off UEFA

Denmark

Peringkat FIFA:20

Kalah adu penalti melawan Ceko di final Play-off UEFA

Nigeria

Peringkat FIFA: 26

Kalah di final play-off melawan RD Kongo

Polandia

Peringkat FIFA: 35

Kekalahan dramatis 3–2 dari Swedia di final Play-off UEFA

Kamerun

Peringkat FIFA: 45

Kalah di semifinal play-off melawan RD Kongo

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!