Juara dunia bertahan MotoGP, Marc Márquez, akhirnya buka suara mengenai penderitaan fisik yang ia alami selama gelaran GP Amerika Serikat lalu. Setelah mengalami kecelakaan hebat dalam sesi latihan Jumat di Circuit of the Americas (COTA), sang Ant of Cervera mengakui bahwa dirinya tengah menghadapi salah satu periode tersulit dalam karier panjangnya.

Hasil di Austin, sirkuit yang biasanya ia dominasi, menjadi kekecewaan besar. Márquez hanya mampu finis di posisi kelima setelah harus menjalani Long Lap Penalty akibat insiden dengan Fabio Di Giannantonio. Namun, bukan posisi finis yang memicu alarm di paddock, melainkan kondisi fisiknya yang terlihat rapuh, memicu spekulasi apakah upaya mempertahankan gelarnya tahun ini berada dalam ancaman serius.

Dampak Cedera di COTA

Márquez mengungkapkan bahwa insiden di Texas tersebut bukan sekadar crash biasa. Dampak benturannya memicu kembali rasa tidak nyaman pada area bahu dan lengan yang telah lama menjadi Achilles bagi kariernya.

Baca juga: Marquez Absen di Dua Balapan usai Crash di Mandalika

Pada saat itu, Marquez mengungkapkan beberapa bekas luka parah akibat kecelakaan yang masih terlihat di lengan kanannya.

"Maksud saya, itu kecelakaan besar. Itu kecelakaan yang parah. Dan masalahnya adalah saya tidak suka mengalami kecelakaan selama akhir pekan karena itu tidak membantu saya,” kata Marquez.

"Itu ditutupi dan kemudian tidak ada yang tahu. Sekali lagi itu lengan kanan. [Dengan masalah lengan kanan yang sudah ada] ditambah cedera ini, itu adalah akhir pekan yang sulit.

"Masalahnya adalah balapan terakhir, Jumat saya menjadi satu pembalap dan kemudian Sabtu menjadi pembalap lain dan Minggu menjadi pembalap lain lagi. Keadaannya semakin buruk dan semakin buruk."

Kekecewaan di Texas tersebut melahirkan narasi suram di paddock. Beberapa pengamat dan mantan pembalap mulai mempertanyakan secara terbuka: apakah rentetan cedera fisik ini akhirnya mulai merenggut kecepatan alami sang juara? 

Spekulasi bahkan meluas hingga mempertanyakan apakah Márquez mampu menyelesaikan musim 2026 sebagai penatang gelar, atau apakah ini adalah awal dari akhir karier legendarisnya.

Ancaman Terhadap Gelar dan Masa Depan

Spekulasi mengenai masa depan Márquez mulai bermunculan seiring dengan performanya yang belum konsisten musim ini. Meski memimpin klasemen di awal tahun, ia kini melorot ke peringkat kelima dengan 45 poin, tertinggal dari duet Aprilia, Marco Bezzecchi (81 poin) dan Jorge Martín (77 poin).

Dengan Marco Bezzecchi yang saat ini tampil tanpa cela bersama Aprilia, kondisi fisik Márquez menjadi variabel yang sangat krusial. Jika ia tidak mampu kembali ke kebugaran 100 persen dalam waktu dekat, selisih poin di klasemen bisa melebar hingga titik yang tak tertolong.

“Ya, saya merasa jauh lebih baik daripada balapan sebelumnya. Jadi ya, level yang bagus untuk balapan,” jelasnya.

Baca juga: Marc Márquez Segel Juara Dunia MotoGP ke-7 di Motegi

"Ini tidak berarti bahwa saya akan menjadi yang tercepat. Tapi ya, tentang kondisi fisik, saya merasa jauh lebih baik.

"Tapi sekarang saya percaya bahwa saya berada di level yang baik untuk balapan. Tidak 110 persen, tetapi di level maksimal di MotoGP ini."

GP Spanyol akhir pekan ini akan menjadi indikator krusial. Dengan rival-rival seperti Jorge Martín yang menyatakan sudah menyatu dengan motor Aprilia-nya, Márquez tidak boleh lagi kehilangan poin jika ingin tetap dalam persaingan gelar.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!