Jorge Martin Klaim Sudah Menyatu dengan Aprilia Jepang GP Spanyol
Pemimpin klasemen sementara MotoGP, Marco Bezzecchi, tampaknya punya alasan baru untuk mulai sering melirik spion. Rekan setimnya di Aprilia Racing, Jorge Martin, secara terbuka menyatakan pada Kamis (23/4/2026) bahwa ia akhirnya telah mencapai harmoni total dengan motor terbarunya, RS-GP25.
Pernyataan yang dilontarkan menjelang seri kandangnya, MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, menjadi sinyal bahaya bagi para kompetitor. Setelah awal musim yang penuh adaptasi, Martinator kini merasa motor Noale tersebut sudah menyatu dengan jiwanya.
Evolusi Sang Martinator
Proses adaptasi Martin dengan Aprilia bukanlah jalan yang mulus. Setelah menjuarai musim 2024 bersama Ducati dan melewati periode sulit akibat cedera serta gejolak kontrak pada 2025,
Martin harus merombak total gaya balapnya untuk menyesuaikan diri dengan karakter mesin V4 Aprilia yang unik.
Baca juga: Martin Akui Musim Buruk 2025, Tetapi Takkan Redupkan Warisan Juara Dunia
"Aprilia ini terasa seperti motor saya sekarang," katanya. "Perasaannya sama seperti di tahun 2024."
"Sebenarnya saya mengubah banyak hal kecil dalam gaya berkendara saya untuk beradaptasi dengan motor ini karena ini motor yang benar-benar berbeda. Saya tidak akan membahasnya secara mendalam, tetapi saya pikir dengan perubahan yang dilakukan Aprilia selama musim dingin... begitu saya mencoba motor ini di Thailand, saya melihat bahwa itu sudah merupakan paket yang bagus. Saya melihat [bahwa] saya merasa nyaman dan semuanya menjadi lebih mudah."
Kepercayaan diri ini didukung oleh grafik performa yang terus menanjak. Setelah mengamankan podium di Brasil dan memenangkan Sprint Race di Texas, Martin kini membidik kemenangan Grand Prix pertamanya bersama pabrikan Italia tersebut di hadapan publik sendiri.
Sinyal Bahaya untuk Bezzecchi dan Marquez
Meski Bezzecchi tampil dominan dengan tiga kemenangan beruntun di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat, kebangkitan Martin menghadirkan dinamika menarik di garasi Aprilia. Dengan koleksi 77 poin, hanya terpaut empat angka di belakang Bezzecchi, Martin siap merebut takhta klasemen.
"Tentu saja ini merupakan awal musim yang bagus, tetapi saya merasa belum siap untuk memenangkan grand prix. Mari kita lihat apakah saya memiliki kesempatan, tentu saja saya akan mencobanya, tetapi ya, saya senang berada di sini,” tambahnya.
“Setahun yang lalu saya menonton MotoGP dari Qatar di ponsel saya [saat cedera di rumah sakit] jadi berada di sini sudah merupakan kemenangan bagi saya."
Di sisi lain, sorotan juga tertuju pada juara bertahan Marc Marquez. Sementara duo Aprilia sedang terbang tinggi, Marquez justru masih bergelut menemukan sentuhan terbaiknya dengan Ducati Desmosedici GP-26 setelah pulih dari cedera panjang.
Baca juga: Marco Bezzecchi Dominan di MotoGP Portugal, Bagnaia Apes Lagi
Potensi Besar
Pengembangan yang dilakukan Aprilia selama musim dingin terbukti membuahkan hasil. Motor RS-GP25 kini dianggap sebagai paket paling lengkap di grid, menggabungkan stabilitas pengereman yang luar biasa dengan kecepatan menikung yang menjadi ciri khas mereka.
Martin mengatakan masih ada potensi peningkatan performa, dan menunjuk pada tes MotoGP pada hari Senin sebagai kesempatan untuk mengungkapnya.
"Ya, saya masih butuh lebih banyak waktu. Saya perlu mencoba beberapa bagian yang belum ada di motor saya... Saya butuh waktu untuk mengenalinya... jadi pastinya hari Senin akan penting bagi saya untuk meningkatkan performa. Tapi ya, saya merasa sangat nyaman dengan paket motor saya dan saya tidak ingin banyak mengubahnya,” ucapnya.