Wolves Resmi Terdegradasi usai Delapan Musim di Premier League
Harapan tipis Wolverhampton Wanderers untuk bertahan di Premier League akhirnya pupus pada Selasa (21/4) dini hari WIB. Hasil imbang tanpa gol antara Crystal Palace dan West Ham United di Selhurst Park secara matematis memastikan Wolves menjadi tim pertama yang terdegradasi ke Championship untuk musim 2026-27.
Dengan lima pertandingan tersisa, skuat asuhan Rob Edwards kini tertahan di dasar klasemen dengan 17 poin, terpaut 16 angka dari West Ham di posisi aman ke-17. Secara hitungan poin, Wolves tidak mungkin lagi mengejar ketertinggalan tersebut, menandai berakhirnya delapan musim beruntun mereka di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Musim yang Penuh Penderitaan
Degradasi ini terasa tak terelakkan bagi para pendukung di Molineux. Tercatat, hanya pekan kedua di mana Wolves tidak menempati posisi juru kunci sepanjang musim ini.
Musim ini menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah klub, di mana mereka hanya mampu memetik tiga kemenangan dari 33 laga yang telah dijalani. Kemenangan pertama itu datang pada awal Januari lalu melawan West Ham.
Baca juga: Wolves Pantang Menyerah, Gagalkan Ambisi Eropa The Bees di London Barat
Masalah utama Wolves musim ini terletak pada tumpulnya lini depan dan rapuhnya pertahanan. Hingga pekan ke-33, mereka hanya mampu mencetak 24 gol sementara gawang mereka telah kebobolan 61 kali.
Kepergian pilar penting seperti Matheus Cunha, Rayan Aït-Nouri, dan Nélson Semedo pada bursa transfer sebelumnya terbukti meninggalkan lubang besar yang gagal ditutup oleh para pemain pengganti.
Pesan Maaf dari Manajemen
Tak lama setelah degradasi dipastikan, Ketua Eksekutif Interim Wolves, Nathan Shi, merilis pernyataan resmi yang ditujukan kepada para suporter. Ia mengakui bahwa hasil musim ini jauh dari standar yang diharapkan.
"Konfirmasi degradasi kami adalah momen sulit bagi semua orang yang terkait dengan Wolves. Meskipun ini adalah hasil yang sangat mengecewakan, pekerjaan telah dilakukan sejak kedatangan saya pada bulan Desember untuk memastikan kami siap merespons dengan jelas dan penuh keyakinan,” kata Shi di situs resmi klub.
"Kami jelas tentang apa yang perlu diperbaiki, dan fokus kami sekarang adalah memperkuat klub, membangun momentum, dan menciptakan tim yang dapat dipercaya oleh para pendukung kami. Kami tahu apa yang dibutuhkan dan akan menghadapi bulan-bulan mendatang dengan penuh tujuan.
Baca juga: West Ham Tahan Imbang Imbang Crystal Palace Tanpa Gol di Selhurst Park
"Kami tahu musim ini telah menguji loyalitas dan kesabaran Anda. Dukungan Anda, baik di kandang maupun tandang, tidak kami anggap remeh. Anda pantas mendapatkan yang lebih baik dan memberi Anda klub yang benar-benar dapat Anda banggakan adalah hal yang mendorong semua yang kami lakukan mulai saat ini."
Perjalanan dari Eropa ke Championship
Penurunan performa Wolves merupakan hal yang tragis mengingat sejarah baru mereka. Sejak promosi pada 2018, Wolves sempat menjadi kekuatan yang disegani, finis di peringkat ketujuh dua kali beruntun, dan mencapai perempat final Europa League pada 2020.
Kini, fokus klub harus segera beralih ke proses pembangunan ulang. Dengan estimasi kehilangan pendapatan hingga £100 juta akibat degradasi, manajemen menghadapi tantangan finansial besar, meski akan terbantu oleh dana parachute payments di musim depan.
Bagi Rob Edwards, tugas di sisa musim ini adalah menjaga profesionalisme tim dalam lima laga terakhir melawan Tottenham Hotspur, Sunderland, Brighton & Hove Albion, Fulham, dan Burnley. Sementara itu, bagi pendukung Wolves, malam tadi menjadi titik terendah dari sebuah era yang pernah begitu menjanjikan.