Di tengah duka mendalam yang kembali menyelimuti sepak bola Italia pekan ini, salah satu pelatih tersukses Negeri Pisa memberikan pesan optimisme, meskipun dari jarak ribuan kilometer.

Simone Inzaghi, mantan arsitek Inter Milan yang kini menahkodai Al-Hilal, secara terbuka mendukung tim nasional Italia untuk bangkit dari keterpurukan setelah kegagalan tragis lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Mimpi Azzurri untuk berlaga di tahun 2026 sirna pada pekan lalu, sebuah hasil yang memicu pengunduran diri dari pelatih kepala Gennaro Gattuso.

Keyakinan dari Tanah Arab

Berbicara dari Riyadh, Inzaghi menunjukkan nada bicara yang serius namun tetap optimistis menanggapi krisis yang terjadi di tanah airnya.

“Saya sangat menyesal Italia tidak akan berada di Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut,” kata Inzaghi.

Baca juga: Allegri Tanggapi Rumor Timnas Italia: "Fokus Saya Hanya AC Milan"

“Saya 100% orang Italia, saudara laki-laki saya [Filippo Inzaghi] juga memenangkan Piala Dunia. Sepak bola Italia akan pulih, saya yakin akan hal itu. Meskipun demikian, saya meninggalkan sepak bola Italia karena sejumlah alasan.”

Komentar ini muncul di tengah gelombang perubahan besar di dalam tubuh FIGC (Federasi Sepak Bola Italia). Menyusul bencana di babak play-off tersebut, federasi kini tengah mencari sosok pemimpin baru untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan.

Setia pada Proyek Al-Hilal

Meskipun menjadi favorit publik untuk mengambil alih kendali timnas, Inzaghi dengan cepat menepis spekulasi yang menghubungkannya dengan posisi yang ditinggalkan Gattuso. 

Walaupun rekam jejak taktisnya, terutama kesuksesan Scudetto 2024 bersama Inter, menjadikannya kandidat ideal, pria asal Piacenza ini menegaskan komitmennya di Saudi Pro League.

"Saya merasa terhormat dengan rumor tersebut, tetapi saya bahagia di sini," tegas Inzaghi. "Saya masih memiliki sisa satu tahun dalam kontrak saya bersama Al-Hilal."

Inzaghi pindah ke Timur Tengah pada Juni 2025 untuk mencari "pengalaman baru" di luar tekanan Serie A yang sangat tinggi. 

Ia menekankan bahwa infrastruktur dan stabilitas perannya saat ini menjadi faktor kunci untuk tetap bertahan, secara efektif menghapus namanya dari daftar calon pelatih yang kabarnya juga mencakup Antonio Conte dan Massimiliano Allegri.

Baca juga: Baresi Tak Jadikan Gattuso Kambing Hitam di Tengah Krisis Italia

Jalan Terjal Menuju Pemulihan

Dengan mundurnya Inzaghi dari bursa calon pelatih, FIGC kini berpacu dengan waktu. Tanpa nakhoda tetap dan pemilihan presiden federasi yang dijadwalkan pada Juni mendatang, proses pencarian pengganti Gattuso diprediksi akan berjalan panjang. 

Untuk saat ini, para penggemar Italia hanya bisa memegang kata-kata penyemangat dari Inzaghi, meski sang pelatih sendiri tidak akan berada di pinggir lapangan untuk memimpin revolusi tersebut.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!