Untuk tahun kedua berturut-turut di Liga Champions, Liverpool harus bertekuk lutut di hadapan Paris Saint-Germain, dan untuk tahun kedua berturut-turut pula, raksasa Merseyside ini dipaksa meratapi ketidakmampuan mereka untuk mengonversi dominasi menjadi gol.

Kekalahan 2-0 di Anfield tadi malam yang memastikan kemenangan agregat 4-0 untuk sang juara bertahan, bukanlah cerita tentang tim yang kalah kelas, melainkan tentang tim yang kehilangan sentuhan mematikan. Dua gol dari Ousmane Dembele di babak kedua sudah cukup untuk mengirim tim asuhan Luis Enrique ke semifinal, sekaligus meninggalkan Arne Slot dalam posisi yang kian terjepit.

Tumpulnya Lini Depan

Meski mencatatkan 21 percobaan tembakan, jumlah tertinggi mereka tanpa mencetak gol di kompetisi Eropa sejak final 2022, Liverpool gagal menggetarkan jala gawang PSG. 

Baca juga: PSG Melenggang ke Semifinal Setelah Bungkam Liverpool di Anfield

Arne Slot, yang tampak frustrasi di pinggir lapangan, tidak menutupi kenyataan pahit tersebut saat berbicara kepada media pasca-pertandingan.

"Sayangnya, ini adalah salah satu dari banyak contoh musim ini di mana kami tidak mampu mencetak gol dari banyak peluang yang kami miliki," kata Slot.

"Sekali lagi, kami sejauh ini tampil kurang memuaskan dalam hal xG (expected goals sebesar 1,94), dan itu adalah hal yang terus berlanjut sepanjang musim ini."

Drama VAR dan Kembalinya Isak

Pertandingan sebenarnya bisa mengambil alur cerita yang berbeda jika keputusan VAR memihak tuan rumah. Sebuah klaim penalti atas pelanggaran terhadap Alexis Mac Allister sempat diberikan sebelum akhirnya dibatalkan oleh tinjauan video, Slot merasa keputusan VAR lainnya yang tidak berpihak pada the Reds.

"Intervensi VAR lainnya yang tidak menguntungkan kami, dan ini juga bukan yang pertama kalinya musim ini," ujarnya..

"Lalu tentu saja kami sangat kecewa, karena saya pikir ada bagian-bagian di babak kedua di mana Anda bisa merasakan bahwa jika kami bisa mencetak gol sekarang, ini akan menjadi malam yang istimewa."

Momen emosional terjadi saat Alexander Isak masuk untuk menjalani start pertamanya sejak menderita patah kaki pada Desember lalu. 

Baca juga: Van Dijk Tuntut Liverpool Tampil Spesial untuk Comeback Lawan PSG

Namun, kembalinya sang striker Swedia tidak cukup untuk mengubah peruntungan Liverpool. Bagi Slot, kehadiran Isak justru menjadi pengingat pedih akan apa yang hilang dari daya gedor timnya selama berbulan-bulan. Namun hal ini dibarengi dengan cederanya Hugo Ekitike di babak pertama.

"Dia (Isak) dua kali hampir mencetak gol, dan itulah mengapa Anda memainkan striker sekaliber dia," kata pelatih asal Belanda itu. "Jika saya pikir dia belum siap, saya tidak akan memainkannya."

Tekanan Menuju Derby Merseyside

Tersingkirnya Liverpool dari Liga Champions kini menyisakan satu fokus tunggal: mengamankan posisi lima besar di Liga Inggris demi kembali ke kompetisi kasta tertinggi Eropa musim depan. Namun, waktu tidak berpihak pada mereka. Dengan rentetan hasil buruk di piala domestik dan Eropa, tekanan kini beralih sepenuhnya ke hari Minggu, saat mereka harus bertandang ke Hill Dickinson Stadium untuk menghadapi Everton.

Anfield mungkin telah menyaksikan banyak malam keajaiban, namun malam ini mereka menyaksikan realitas yang keras. Tanpa kemampuan untuk menyelesaikan peluang, bahkan atmosfer spesial yang diminta Slot tidak akan cukup untuk meruntuhkan pertahanan tim sekelas PSG. Kini, pertanyaannya adalah: apakah Slot mampu memperbaiki mesin pencetak golnya sebelum musim mereka benar-benar runtuh sepenuhnya?

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!