Dunia sepak bola Amerika Serikat dikejutkan dengan kabar pengunduran diri Javier Mascherano dari jabatannya sebagai pelatih kepala Inter Miami CF pada Selasa (14/4). Keputusan ini terasa sangat tiba-tiba mengingat pelatih asal Argentina tersebut baru saja mengantarkan klub milik David Beckham itu meraih gelar MLS Cup pertama mereka hanya empat bulan yang lalu.

Pihak klub mengonfirmasi bahwa mantan bintang Barcelona dan Liverpool itu memilih untuk menyudahi masa jabatannya karena alasan pribadi. Langkah ini juga diikuti oleh seluruh jajaran staf pelatih yang diboyong Mascherano saat ia mulai menjabat pada Januari 2025.

Warisan yang Tak Terlupakan

Meskipun masa kepemimpinannya tergolong singkat, Mascherano meninggalkan The Herons dengan status legenda kepelatihan. Di bawah arahannya pada musim 2025, Inter Miami bertransformasi menjadi kekuatan yang menakutkan, memecahkan rekor liga dengan mencetak 101 gol dalam satu musim kalender dan mengamankan trofi Wilayah Timur serta MLS Cup.

"Saya ingin memberi tahu semua orang bahwa, karena alasan pribadi, saya telah memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala Inter Miami CF," kata Mascherano.

Baca juga: Luis Suarez Resmi Perpanjang Kontrak di Inter Miami hingga 2026

"Pertama dan terutama, saya ingin berterima kasih kepada klub atas kepercayaan yang mereka berikan kepada saya, setiap karyawan yang merupakan bagian dari organisasi atas upaya kolektif, tetapi terutama para pemain, yang memungkinkan kami untuk mengalami momen-momen yang tak terlupakan.

"Saya juga ingin berterima kasih kepada para penggemar dan La Familia, karena semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa mereka.

"Saya akan selalu membawa kenangan akan bintang pertama kami, dan di mana pun saya berada, saya akan terus mendoakan yang terbaik untuk klub ke depannya. Saya tidak ragu bahwa klub akan terus meraih kesuksesan di masa depan."

Prestasi Mascherano tidak hanya terbatas di domestik. Ia berhasil membawa Lionel Messi dkk mencatatkan sejarah di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 sebagai tim MLS pertama yang menembus fase gugur setelah mengalahkan raksasa Portugal, FC Porto.

Transisi di Era Messi

Kepergian Mascherano memicu spekulasi mengenai masa depan teknis tim, terutama di tahun-tahun terakhir karier Lionel Messi. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Inter Miami telah menunjuk Guillermo Hoyos sebagai pelatih interim. 

Hoyos, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Olahraga, memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Messi sejak masa-masa di La Masia.

Pemilik Inter Miami, Jorge Mas, memberikan penghormatan tinggi kepada Mascherano. “Javier akan selamanya menjadi bagian dari sejarah Klub ini dan akan selalu memiliki tempat istimewa dalam keluarga Inter Miami CF. Bukan hanya karena menjadi bagian kunci dari pencapaian yang tak terlupakan, seperti memenangkan Piala MLS dan penampilan bersejarah tim di Piala Dunia Klub, tetapi juga karena teladan yang ia berikan melalui dedikasi dan kerja kerasnya sehari-hari dalam memimpin tim,” ujarnya.

Baca juga: Batas Gaji Menghambat Mimpi: Messi Desak MLS Longgarkan Aturan

“Kami menghormati keputusannya dan sangat berterima kasih atas semua yang telah ia sumbangkan, mendoakan yang terbaik untuk masa depan profesional dan pribadinya.”

Tantangan bagi Sang Penerus

Inter Miami saat ini berada di peringkat ketiga klasemen Wilayah Timur musim 2026. Meski sukses besar di tahun sebelumnya, tim ini mengawali musim baru dengan sedikit hambatan, termasuk tersingkir lebih awal dari Concacaf Champions Cup oleh Nashville SC.

Kini, tugas berat menanti manajemen klub untuk mencari pengganti permanen yang mampu menjaga momentum juara dan memaksimalkan sisa masa kejayaan Messi di Florida Selatan. Nama-nama besar seperti Xavi Hernandez hingga Lionel Scaloni mulai dikaitkan dengan kursi panas di Chase Stadium.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!